MediAmpera.COM - Miris, di miment peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026, justru di Jambi terjadi kasus yang sangat memprihatinkan dan amat disayangkan. Dunia pendidikan tercoreng akibat ulah oknum seorang dosen dari salah satu Universitas terbesar di Jambi.
Tidak
perlu menunggu lama-lama lagi, pihak Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan
Thaha Saifuddin (STS) Jambi, langsung bergerak cepat merespons kabar miring
yang melibatkan salah seorang dosen, di lembaga pendidikan kebanggaan
masyarakat Jambi.
Rektor
UIN STS Jambi, Prof. Dr. Kasful Anwar Us, secara resmi mengonfirmasi
penonaktifan oknum dosen berinisial DK yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan,
pasca terjadi insiden penggerebekan dan viral di media sosial.
Langkah
tegas ini diambil sebagai bentuk komitmen pihak kampus, dalam menjaga
integritas akademik dan norma kesusilaan di lingkungan institusi pendidikan
tinggi Islam tersebut.
Berdasarkan
siaran pers resmi yang dirilis pada Sabtu 02 Mei 2026, pihak Rektorat telah
menetapkan empat poin utama sebagai sanksi sementara dan prosedur tindak
lanjut.
Pertama : Copot Jabatan Struktural: DK resmi dinonaktifkan dari
jabatan tambahannya sebagai Wakil Dekan guna menjaga objektivitas pemeriksaan.
Kedua : Pemeriksaan Kode Etik: Rektor telah memerintahkan
pemeriksaan etik secara mendalam untuk memastikan status hukum dan kebenaran
peristiwa tersebut. Jika terbukti melanggar, sanksi berat sesuai regulasi telah
menanti.
Ketiga : Skorsing Aktivitas Institusional: Menghentikan sementara
segala aktivitas DK yang mewakili institusi, baik di ranah internal maupun
eksternal.
Keempat : Larangan Mengajar dan Meneliti: DK dilarang melakukan
kegiatan belajar-mengajar, pengabdian, serta penelitian untuk sementara waktu.
Dalam
keterangannya, pihak UIN STS Jambi menyatakan penyesalan mendalam atas
peristiwa yang mencoreng nama baik kampus.
Rektor
UIN STS Jambi menegaskan, bahwa tindakan personal yang dilakukan oknum tersebut,
sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai, budaya kerja, maupun komitmen
kelembagaan.
"Kami
sangat menyayangkan peristiwa ini. Tindakan tersebut adalah ulah personal
individu dan tidak merepresentasikan UIN STS Jambi yang menjunjung tinggi nilai
moral dan martabat," seperti yang tertulis dalam pernyataan resmi
tersebut.
Pihak
kampus juga memohon maaf kepada publik, atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan
oleh beredarnya informasi ini. Saat ini, tim internal sedang melakukan
verifikasi data, agar mendapatkan informasi yang utuh dan akurat.
Rektor
juga mengimbau seluruh pihak, termasuk mahasiswa dan masyarakat luas, untuk
tidak berspekulasi lebih jauh atau menyebarluaskan narasi yang dapat
memperkeruh suasana, sembari menunggu proses investigasi resmi selesai
dilakukan.***
Tim
| Editor: MAS

0 Komentar