MediAmpera.COM, KERINCI – Isu dugaan penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG), di SMAN 7 Kerinci, akhirnya diluruskan. Pihak penyedia makanan, SPPG Mekar Jaya Kayu Aro, menegaskan, bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan.
Dalam
klarifikasinya, SPPG memastikan seluruh proses penyediaan makanan telah
dilaksanakan berdasarkan petunjuk teknis (juknis), standar gizi, serta
ketentuan anggaran yang ditetapkan pemerintah.
Menu yang
disajikan untuk para siswa, menurut pihak SPPG, disusun secara terencana
melalui sistem mingguan dengan perhitungan gizi yang terukur. Skema pembiayaannya
juga menjadi acuan utama, yakni Rp10.000
untuk porsi besar dan Rp8.000 untuk porsi kecil.
“Program ini
bukan layanan kuliner bebas, melainkan bagian dari intervensi gizi pemerintah
dengan standar yang jelas dan terukur,” ujar perwakilan SPPG Mekar Jaya.
Klarifikasi
ini muncul setelah beredarnya video yang mengunggah narasi seolah-olah terjadi
penolakan makanan oleh siswa. Namun, berdasarkan penelusuran di lapangan, tidak
ditemukan adanya penolakan terhadap menu yang disediakan.
Justru,
sejumlah siswa dalam video tersebut menjelaskan, mereka tidak sempat mengambil
makanan karena tengah fokus pada persiapan kegiatan perpisahan sekolah.
Hal ini
memperkuat bahwa informasi yang beredar sebelumnya tidak menggambarkan situasi
secara utuh, bahkan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Menanggapi masalah
yang terkait menu tersebut dinilai monoton, pihak SPPG menegaskan bahwa variasi
tetap diberikan, namun disesuaikan dengan batasan anggaran serta standar
komposisi gizi yang telah ditetapkan dalam program MBG.
“Setiap menu
sudah melalui perencanaan. Tidak benar jika disebut disiapkan tanpa standar
atau asal-asalan,” tegasnya.
Di tengah
dinamika respons publik, sebagian masyarakat tetap memberikan apresiasi
terhadap program MBG karena dinilai membantu pemenuhan kebutuhan gizi siswa,
khususnya di daerah.
Namun
demikian, beredarnya informasi yang tidak utuh itu menjadi catatan penting,
agar seluruh pihak lebih bijak dalam menyikapi konten digital yang terkadang
justru berpotensi membentuk opini publik.
SPPG Mekar
Jaya berharap adanya sinergi antara penyedia layanan, pihak sekolah, dan
masyarakat dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang.
Program MBG
sendiri merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan
kualitas gizi peserta didik. Oleh karena itu, kejelasan informasi menjadi kunci
agar program ini dapat dipahami secara utuh dan berjalan optimal.
Di era arus
informasi yang cepat, satu potongan video bisa memicu persepsi, namun
klarifikasi yang lengkap adalah fondasi utama dalam menjaga kebenaran.***
Reporter :
Tim/Dap | Editor : MAS

0 Komentar