Breaking News

Tujuh Rumah Warga Solok Sipin, Ludes Dilapap Api

 

Tujuh rumah semi permanen dan permanen milik warga solok sipin hangus,|| dik.Ist.

MediAmpera.COM - Peristiwa kebaran terjadi setidaknya menghanguskan tujuh unit rumah semi permanen dan permanen di Jalan Slamet Riyadi Lorong Skip 2 RT 20, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin, Selasa 3 Maret 2026 sore.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandi, mengatakan, pihaknya menerima laporan pada pukul 15.06 WIB melalui layanan Call Center 112 dan WhatsApp Damkar.

“Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak cepat dan tiba di lokasi pukul 15.15 WIB. Respon time kita 9 menit,” ujar Mustari, seperti dikutip dari JambiOne.com.

Mustari menjelaskan, operasi pemadaman melibatkan 45 personel dari Pleton 2 Mako, Regu 2 Posyankar Alam Barajo, dan Regu 2 Posyankar Jambi Timur.

Sejumlah armada juga dikerahkan, terdiri dari satu unit armada komando, enam unit armada tempur, dua unit armada suplai, serta satu unit ambulans PSC 119.

 “Lama operasi sekitar satu jam dua puluh menit. Alhamdulillah pemadaman berjalan aman dan lancar,” katanya.

Dalam proses pemadaman, petugas menghabiskan sekitar 39.000 liter air untuk menjinakkan kobaran api agar tidak meluas ke bangunan lain yang mudah terbakar.

Mustari mengungkapkan, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik pada jaringan kabel di plafon rumah semi permanen.

Api kemudian cepat membesar dan menyambar ke bagian lain bangunan karena tiupan angin yang cukup kencang.

Berdasarkan kronologis, kebakaran pertama kali diketahui saat korban berteriak meminta tolong kepada warga sekitar karena bagian belakang rumah kosong non permanen terbakar.

Warga sempat berupaya memadamkan api secara manual menggunakan ember, namun kobaran api terus membesar.

“Api cepat membesar karena angin kencang, sehingga warga kemudian menghubungi Damkar melalui Call Center 112 dan layanan WhatsApp,” jelasnya.

Mustari juga menyebutkan adanya kendala di lapangan, terutama akses jalan menuju tempat kejadian kebakaran (TKK) yang sempit sehingga menyulitkan manuver armada.

Selain itu, banyak warga yang menonton dan melakukan siaran langsung di media sosial dari jarak dekat.

“Kami harus memberikan teguran agar warga tidak terlalu dekat dan menghentikan siaran langsung, demi keselamatan bersama dan menghormati korban,” tegasnya.

Sebelum melakukan pemadaman, petugas berkoordinasi dengan PLN untuk mematikan aliran listrik di lokasi.

Setelah api berhasil dipadamkan, lokasi kejadian diserahkan kepada Polsek Telanaipura, untuk pemasangan garis polisi dan penyelidikan lebih lanjut.

Tidak ada korban jiwa maupun petugas yang mengalami cedera dalam peristiwa tersebut. Sementara untuk total kerugian akibat kebakaran masih dalam pendataan. Tim Damkar kembali ke mako pada pukul 16.35 WIB. ***

0 Komentar

IKLAN

Type and hit Enter to search

Close