MediAmpera.COM - Sebanyak
265 orang pemudik Lebaran (Idul Fitri) 1447 H/2026 M, di Indonesia meninggal dunia
di jalan raya, akibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas).
Jumlah pemudik yang
meninggal akibat lakalantas tersebut, turun 112 orang atau 29,7 % dibandingkan
korban meninggal akibat lakalantas selama arus mudik Lebaran tahun 2025 lalu.
Demikian diungkapkan
Kepala Korps Lalu lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Drs Agus Suryonugroho,
SH, MHum melalui Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Pol Jhonny Edison
Isir di Jakarta, Minggu 29 Maret 2026.
Menurut Irjen Pol
Jhonny Edison Isir, lakalantas yang terjadi di Indonesia selama arus mudik dan
balik Lebaran, Jumat ,13 hingga Minggu 29 Maret 2026, mencapai 1.589 kasus atau
turun 134 kasus (7,8 %), dibandingkan kasus lakalantas arus mudik dan balik
Lebaran 2025 sekitar 1.723 kasus.
Disebutkan, lakalantas
yang terjadi selama arus mudik dan balik Lebaran tersebut disebabkan pengemudi
mengantuk, kendaraan terlalu kencang, kondisi kelaikan kendaraan yang kurang
dan kepadatan arus kendaraan di jalur mudik.
“Sedangkan kasus
lakalantas dan korban meninggal selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini
turun tidak lepas dari kerja sama seluruh aparat pengamanan arus mudik,
operator transportasi dan kepatuhan masyarakat selama masa angkutan
Lebaran,”katanya.
Sementara itu,
Kapolri, Jenderal Pol Polisi Listyo Sigit Prabowo ketika meninjau arus balik
Lebaran di pelabuhan Bakauheuni, Provinsi Lampung, Sabtu (28/3/2026)
mengatakan, arus mudik dan balik Lebaran di seluruh Tanah Air berlangsung aman
dan lancar.
Khusus di Pelabuhan
Bakauheni, kata Jenderal Pol Polisi Listyo Sigit Prabowo, kondisi arus balik
tetap berada pada kategori hijau. Pencapaian tersebut dipengaruhi penerapan
berbagai skema rekayasa lalu lintas yang berjalan efektif. Di antaranya delaying
system (sistem tunda), penyediaan buffer zone (daerah
penyangga) dan dan pengaturan pengecekan tiket.
“Melalui pola-pola
rekayasa yang telah disiapkan mulai dari delaying system, buffer zone hingga
pengaturan penjualan dan pengecekan tiket, arus balik di Pelabuhan Bakauheni
menuju Pelabuhan Merak, Banten bisa terjaga dan situasinya tetap berada pada
kategori hijau,”katanya
Apresiasi
Sementara itu, para
pemudik mengapresiasi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran yang dilakukan
pemerintah, khususnya jajaran Polri, TNI Kementerian Perhubungan, ASDP dan pihak
terkait lainnya. Melalui pengamanan dan pelayanan yang maksimal, ketat dan
intensif, kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tetap terjamin.
Rosi, seorang asal
Semarang menuju Cikupa, Tangerang, Provinsi Banten mengatakan, keluarganya bisa
menikmati perjalanan mudik dan balik Lebaran dengan lancar berkat pengaturan
yang dilakukan jajaran kepolisian, perhubungan dan pihak terkait lainnya.
Salah satu di
antaranya pengaturan arus mudik dan balik Lebaran melalui rekayasa lalu lintas
seperti sistem one way (satu arah) dan kesiagaan petugas
kepolisian dan pihak terkait di jalur mudik selama 24 jam.
Hal senada juga diakui
Adrian, pemudik asal Solo menuju Jakarta. Adrian mengaku bis menikmati
berjalanan balik Lebaran Solo – Jakarta berkat penerapan sistem one way. Sistem
tersebut membuat arus mudik bisa lancar walaupun kendaraan padat di jalan raya.
“Ketika saya berada di
salah satu jalur mudik yang padat kendaraan, saya tidak terjebak macet karena
adanya rekayasa lalu lintas one way. Perjalanan pun bia lancar walaupun arus
lalu lintas padat,”katanya.
Dikatakan, kesiagaan
pos-pos pengamanan dan petugas di jalur mudik juga memberikan pengarush besar
terhadap kelancaran dan keamanan lalu lintas. Semua petugas siaga di lapangan
dan di pos masing-masing, sehingga pengaturan lalu lintas bisa dilakukan
setiap[ saat dengan cepat.***
Dirangkum dari Berbagai Sumber

0 Komentar