Breaking News

Sebelumnya Pernah Gagal, Gufron Berjalan Kaki Menuju Makkah

 

Gufron (58) pejalan kaki dari Malang Jatim ke Tanah Suci Makkah. II foto: Asr

MediAmpera.COM - Seorang Musyafir (pejalan kaki) asal Kabupaten Malang Jawa Timur, ditemui saat melintas di jalan Lintas Timur Sumatera persisnya di perbatasan Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi, Senin 9 Maret 2026.

Pria berusia 58 tahun ini bernama Gufron, mengaku dirinya berangkat dari daerah asalnya, Kabupaten Malang dengan berjalan kaki, sejak 5 Desember 2025 yang lalu meninggalkan keluarga istri dan anak-anaknya, bahkan ibunya di kampong halaman. Hingga kini kurang lebih sudah 90 hari atau sekitar baru tiga bulan perjalanan.

Dukungan dan doa restu dari keluarga mengiringi langkah kaki dan perjalanan Gufron dan pada hari ini Senin, 9 Maret 2026, tiba di Kota Jambi dalam perjalanan menuju ke Kuala Tungkal Tanjab Barat dengan melintasi Kabupaten Muaro Jambi.A

"Alhamdulillah semua keluarga, istri, dua orang anak saya dan ibu (orang tua) saya, sangat mendukung perjalanan saya menuju tanah suci Makkah Al Mukarramah, “ ujar Gufroh, menyakinkan.

Sebelumnya, pada tahun 2022, Gufron memang pernah melakukan perjalanan dengan niat dan tekat kaut untuk mewujudkan impiannya bisa sampai tujuan di Kota Makkah, dengan menggunakan sepeda motor, namun kali itu usahanya gagal dan perjalanannya hanya sampai Kota Palembang Sumatera Selatan.

“Pikiran saya waktu itu, kalau menggunakan kendaraan sangat beresiko. Resiko kerusakan kendaraan dan resiko pada dirinya sendiri, akhirnya saya putuskan untuk pulang. Awal tahun 2025,  saya kembali bertekat untuk berangkat melakukan perjalanan lagi, dan kali ini dengan berjalan kaki, berangkatnya 5 Desember 2025,” paparnya.

Suka dan duka dalam perjalanan banyak hal-hal yang dirasakan. Terutama ketika sudah masuk waktunya sholat dalam perjalanan tidak bertemu Musollah atau Masjid. Bahkan terkadang juga disaat terasa ingin buang air besar atau buang air kecil repotnya tidak ada tempat atau WC.

“Dukanya, ya itu kalau sudah datang waktu sholat, belum ketemu masjid atau musollah untuk sholat. Begitu juga kalau mau buang hajat susah kalau tidak ada WC. Sedangkan untuk sukanya, ya banyak yang menyenangkan karena setiap daerah yang dilewati sama sekali belum pernah dilihat,” ujar Gufron.

Tekadnya untuk bisa bersujud di tanah harom itu, bukan karena ada Nazar, tapi memang keinginan semata-mata ingin berziarah ke tanah suci Makkah dan madinah serta ke makam Rasulullah SAW.

“Ya bukan karena ada Nazar, tapi berziarah ke tanah suci Makkah dan madinah serta ke makam Rasulullah, saja dan modalnya kuat fisik, kuat mental dan sedikit bekal selama perjalanan,” kata Gufron.

Tujuan mulia yang ingin dicapai Gufron, tentu dengan perjuangan yang tidak mudah. Membutuhkan kekauat fisik, mental dan materi untuk bisa bersimpuh di tanah Harom, tanah suci Makkah Al Mukarramah, Madinatul Munawarah dan ziarah ke makam Rasulullah SAW.

Kita do'akan semoga perjalanan sang musyafir Gufron ini selalu dilindungi dan mudahkan oleh Allah SWT, selamat sampai tujuan dalam keadaan sehat walafiat, Aamiin.***

Rep/Editor: Asrori

0 Komentar

IKLAN

Type and hit Enter to search

Close