MediAmpera.COM - Kondisi kelebihan kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi, kian mendesak untuk segera ditangani. Dari daya tampung yang hanya sekitar 400 warga binaan, jumlah penghuni lapas saat ini mencapai 1.578 narapidana.
Lonjakan
jumlah warga binaan yang hampir empat kali lipat dari kapasitas tersebut, dinilai
berdampak pada efektivitas program pembinaan, sekaligus meningkatkan potensi
gangguan keamanan dan kesehatan di dalam lapas.
Solusi yang
akan dilakukan pihak Lapas Jambi, merencanakan pemindahan operasional ke
fasilitas baru yang berlokasi di kawasan Sengeti, April 2026 mendatang.
Kepala Lapas
Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, mengatakan relokasi ini merupakan bagian dari
upaya pembenahan sistem pemasyarakatan agar berjalan lebih optimal.
“Dengan
fasilitas yang lebih memadai, pembinaan terhadap warga binaan bisa dilakukan
secara maksimal, termasuk program kemandirian agar mereka siap kembali ke
masyarakat,” ujar Syahoni Ali, Sabtu 28 Maret 2026.
Fasilitas
baru di Sengeti dirancang dengan standar yang lebih modern. Secara teknis,
bangunan tersebut memiliki kapasitas dasar 952 warga binaan dan diproyeksikan
mampu menampung hingga 2.000 warga binaan.
Meski
demikian, rencana pemindahan masih menunggu penyelesaian sejumlah tahapan
teknis dan administratif.
Saat ini,
pembangunan beberapa fasilitas penunjang masih berlangsung, seperti pagar
keliling, gedung perkantoran, aula bimbingan kerja, serta rumah ibadah.
Selain itu,
operasional penuh lapas baru juga bergantung pada hasil supervisi dan uji
kelayakan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
“Kami
memastikan seluruh aspek, mulai dari sarana hingga sistem keamanan, benar-benar
siap sebelum proses pemindahan dilakukan,” tegas Syahroni.
Relokasi ini
diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas layanan
pemasyarakatan di Provinsi Jambi, sekaligus menciptakan lingkungan pembinaan
yang lebih layak dan manusiawi bagi warga binaan.***
Rel | Editor:
MAS

0 Komentar