MediAmpera.COM
- Dewan Pimpinan Daerah Partai (DPD) Golongan Karya (Golkar), bakal segera menggelar
Musyawarah Daerah (Musda), untuk memilih katua partai lima tahun kedepan.
Persiapan
Musda tersebut diawali dengan pembentukan panitia, dipimpin Sekretaris Partai
Golkar, Zaidian, S.E, di kantor DPD Golkar Kabupaten Batang Hari Selasa 13
Januari 2026.
Menurut Zaidian,
yang akan dibentuk itu terdiri panitia penyelengara dengan komposisi Ketua dan
anggota, panitia pengarah dan panitia pelaksana.
Pejabat Ketua
DPD partai Golkar Batang Hari, Adri, S.H, M.H. yang akrab dipangil Panglima itu
mengatakan, bahwa Musda Partai Golkar, adalah acara penting yang diadakan untuk
menentukan arah dan kebijakan partai ditingkat Kabupaten Batang Hari, untuk masa
lima tahun kedepan.
“Musda
pemilihan ketua ini merupakan wujud demokrasi yang dijalankan Partai Golkar.
Sebab pemegang kekuasaan tertinggi partai di tingkat daerah adalah Musda,” ujar
Adri.
Pemegang hak
suara pemilihan ketua nanti, masing-masing dari pimpinan Kecamatan satu suara.
Batang Hari ada delapan kecamatan, dan berarti ada delapan suara. Unsur pimpinan
DPD Partai Golkar Provinsi satu suara dan Ketua
DPD Golkar Kabupaten demisioner satu suara.
Kemudian kata
Adri, ditambah lagi untuk Dewan Pertimbangan satu suara, pimpinan organisasi
sayap AMPG dan KPPG Kabupaten satu suara, pimpinan Ormas Pendiri Partai Golkar
Soksi, Kosgoro 1957, dan MKGR satu suara. AMPI, MDI, HWK, Al Hidayah, dan
Satkar Ulama satu suara, total seluruhnya sebanyak 13 suara.
Panglima, menjelaskan bahwa musda ini adalah sarana penting untuk
memperkuat komitmen partai dalam menjalankan peran strategisn sebagai pilar
demokrasi.
“Siapapun
kader yang terpilih nanti, sanggup tidak sanggup harus siap menjawab tantangan
zaman dan kian memantapkan langkahnya untuk menyambut kemenangan. Insyaallah,
Partai Golkar akan menjadi partai pemenang di pemilu berikutnya. Golkar solid,
Indonesia maju dan Golkar Batang Hari harmonis menuju puncak,” ungkap Adri.
Kepada
peserta musyawarah Adri, S.H, M.H. menambahkan, pilihlah panitia Musda
nanti dengan musyawarah mufakat, sehingga tidak ada lagi blok-blok dari
kepanitiaan. Masing-masing calon ketua berapa pun jumlahnya yang penting
memenuhi syarat mendapatkan dukungan 30 % dari pemilik suara Musda. Jika mendapat
dukungan 50 % suara berarti aklamasi.
“Saya akan tetap
berdiri agar Musda berjalan baik, siapapun terpilih nanti tujuannya memenangkan
partai Golkar di Pemilu legislativ mendatang,” pungkas Adri.
Rapat
persiapan Musda Golkar berjalan lancar dan aman tidak terjadik gejolak serta
hal-hal yang tidak diinginkan. Terpilih ketua penitia penyelenggara dan pengarah,
Sirajuddin dari fraksi Golkar dan Nando, Guntur, Fauriah, Riwayat. Sedangkan
Juniarti terpilih menjadi untuk panitia pelaksana.***
Penulis : M
Rasyid | Editor: MAS


0 Komentar