Breaking News

Budidaya Jamur Tiram “Pondok Jamur Endang” Wirausaha Berkelanjutan dan Sangat Menjanjikan

 

Tukidi pemilik usaha Budidaya Jamur Tiram.|| foto: Rasyid

MediAmpera.COM - Usaha budidaya jamur tiram selama ini dianggap sulit dan bermodal besar. Anggapan itu ternyata tak berlaku bagi Tukidi  dan istrinya, pemilik “Pondok Jamur Endang” beralamat  di Lrg. Mitra RT 15 RW 03 Kelurahan Teratai, Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batang Hari.

Usaha yang dilakukan Tukidi dan istri ini, salah satu contoh sukses pengembangan usaha jamur tiram yang berkelanjutan berbasis usaha rumahan.

Dari usaha kecil yang dirintis sejak tahun 2013 dan berkembang dalam waktu singkat sepuluh tahun terakhir.

Awalnya budidaya coba-coba dengan 100 bloglog saja, kini berkembang menjadi usaha profesional dan tempat usahanya berkapasitas mencapai 105 ribu baglog.

Ketertarikan Tukidi terhadap jamur tiram ini dari awalnya mempersiapkan materi untuk perkulihan. Tukidi juga merupakan seorang Dosen di STIP Graha Karya Muara Bulian yang kini berubah menjadi Universitas Graha Karya.

Menurut Tukidi, peluang dan prospek usaha Jamur Tiram ini sangat bagus, karena itu ia ingin menularkan ilmunya kepada para mahasiswa. Supaya materi perkuliahan tidak hanya teori belaka, maka perlu dipraktikkan terlebih dahulu.

Bahkan awal coba-coba sekarang menjadi besar itu merupakan anugerah. Untuk pemasarannya di Jambi masih memiliki peluang besar dan cukup baik bahkan sangat  menjanjikan, kata istri Tukidi.

Tukidi mengatakan bahwa ditempat usahanya itu sering mendapat kunjungan peserta Diklat untuk belajar budidaya jamur tiram baik dari instansi pemerintah, masyarakat melalui Program Desa, Sekolah-sekolah TK, SD, SMP, SMU/SMK dan Perguruan Tinggi,  bahkan Pasca Sarjana maupun masyarakat umum yang belajar secara mandiri.

Tukidi juga membuka kesempatan dengan tangan terbuka, menerima setiap yang mau belajar dan melihat usahanya dan akan dilayani dengan informasi yang jelas dan detail.

Perkembangan usaha jamur tiram Tukidi beserta istri,  dari awal ragu-ragu berlangsung dengan pembenahan serta pembelajaran dan akhirnya melalui langkah-langkah strategis, secara bertahap kapasitas terus bertambah dan membangun rumahan jamur/kumbung dengan kapasitas lebih besar dan yang kalah penting memperluas jaringan pasar.

Sekarang usaha jamur tiram Tukidi sudah menampung beberapa tenaga kerja yang berasal dari lingkungan sekitar usahanya.

Tantangan budidaya jamur tiram tidaklah sedikit, mulai dari penyiapan tempat, metode dan bahan bakar penguapan bibit jamur. Apalagi sekarang tidak ada lagi penjualan minyak tanah, yang ada gas. Namun diatasi dengan kayu. Masalah pemasaran dan harga termasuk satu diantara tantangan yang dihadapi.

Karena itu memerlukan perhitungan yang baik untuk mengkaji untung rugi dari budidaya jamur. Selain itu tantangan lainnya jamur rentan terhadap kontaminasi bahteri, lingkungan yaitu perubahan cuaca. Namun jika dilakukan dengan baik jamur menjanjikan dan menguntungkan.

Tempat budidaya jamur tiram milik Tukidi ini berada di dekat rumahnya sendiri. Lahan yang ada disulap menjadi rumahan atau pondokan jamur yang dibuat sebaik mungkin dan memastikan tidak mencemarkan lingkungan dan jamur tiram bisa tumbuh optimal.

Kontrol kelembaban suhu rumahan jamur perlu di jaga. Untuk memastikan jamur tumbuh baik. Kata Tukidi budidaya jamur adalah proses menanam dan memelihara jamur, baik untuk dikonsumsi sendiri maupun buat tujuan komersial.

Budidaya jamur tiram sangat perlu diperhatikan jenis jamur dan pemilihan bibit, media tanam, lingkungan, teknik budidaya, dan manfaat budidaya. Budidaya jamur memiliki kelebihan seperti mudah dan murah, hasilnya cepat, nilai ekonominya tinggi.***

Penulis : M Rasyid | Editor : MAS

0 Komentar

IKLAN

Type and hit Enter to search

Close