Breaking News

Semangat dan Kekuatan Gotong Royong Jadi Andalan Koperasi Merah Putih Kelurahan Teratai

 

Peltu Alfian bersama Pengurus Koperasi Merah Putih Kelurahan Teratai. || foto: Rasyid.

MediAmpera.COM - Koperasi Merah Putih Kelurahan Teratai memulai usahanya secara bergotong royong untuk membuka lahan perkebunan. Gerakan ini dipimpin Peltu Alfian dengan mengajak anggotanya, Rabu 31 Desember 2025.

Peltu Alfian menjelaskan, bahwa konsep gotong royong merupakan budaya kita untuk saling membantu guna mencapai tujuan bersama. Koperasi merupakan wadah budaya dan tradisi tersebut.

“Melalui wadah Koperasi Merah Putih Kelurahan Teratai ini, kita bangkitkan nilai-nilai kebersamaan, kesolidaritasan sebagai kekuatan,” ujar Peltu Alfian.

Menurutnya Peltu Alfian, masyarakat perlu tahu bahwa pendirian Koperasi Merah Putih Kelurahan Teratai, merupakan program pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dan Gibran sebanyak 70 ribu Koperasi Merah Putih seluruh Indonesia.

Ini program mulia dari seorang kepala negara untuk meningkatkan kesejahteraan raknyatnya, kata Peltu Alfian menambahkan.

Sementara itu Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Teratai, Sapri Panigoran, juga ikut dalam gotong royong bersama anggota koperasi.

“Lahan yang dibuka ini merupakan lahan tidur anggota TNI yang dipinjamkan ke koperasi, untuk usahanya. Hari ini merupakan titik awal dimulainya kegiatan Koperasi Merah Putih Kelurahan Teratai,” kata Sapri.

Pantauan MediAmpera.COM, saat ini Desa dan Kelurahan di kabupaten Batang Hari ramai-ramai mendirikan Koperasi Merah Putih, meski tak memahami maksud, tujuan, hakikat, dan inti dari keberadaan sebuah koperasi.

Aparat Desa dan Kelurahan hanya mendengar besarnya bantuan modal sehingga semua berebut, untuk menjadi ketua dan pengurus dengan tidak melihat kapasitas kemampuan diri,  bahkan tidak mengerti apa itu sebenarnya koperasi.

Ahli hukum bicara koperasi, ahli agama juga bicara soal koperasi, dan berbagai latar belakang pengetahuan sibuk menonjolkan diri sebagai orang yang paham koperasi. Karena pandai bicara akhirnya ada yang terpilih jadi ketua koperasi.

M. Kamel seorang pakar koperasi dan hingga sekarang masih menjalankan koperasi, merasa pesimis penomena yang terjadi saat ini. Dirinya khawatir, para pengurus terpilih hanya melihat besarnya bantuan tanpa tahu arti dan makna sebuah koperasi.

Namun jika program ini serius, pemerintah hendaknya perbanyak pelatihan untuk pengurus terlebih dulu, sehingga benar-benar memahami dan mengetahui manajemen pengelolaan bisnis koperasi.

Menurut M. Kamel, bisnis koperasi tidak sama dengan bisnis badan usaha murni bisnis. Keputusan tertingginya ada di rapat anggota dan ketua hanya menjalankan keputusan rapat anggota dengan berbagai strategi, untuk kepentingan koperasi dan anggota.

Kegiatan gotong royong membersihkan lahan Koperasi Merah Putih.|| foto: Rasyid.

Dijelaskan M. Kamel, bahwa budaya dan tradisi lokal ikut serta dalam menjalankan bisnis koperasi.  Karena itu pengurus harus hati-hati dan benar-benar memahami budaya dan tradisi setempat.

“Semua program itu harus disingkronikan dengan budaya dan tradisi lokal. Jika tidak maka pendirian koperasi hanya sekedar mengugurkan keharusan belaka,” ujar M Kamel.

Seorang kritisi yang tidak mau disebut namanya, mempertanyakan soal pembukaan lahan untuk koperasi. Justru akan lebih baik anggota itu sendiri yang mendirikan koperasi dan koperasi memberikan pinjaman modal.

“Bukan koperasi yang buka usaha dengan mematikan usaha anggota yang berprofesi sebagai petani. Koperasi sebaiknya membuka usaha dalam membantu usaha anggota, misalnya jadi pengepul produk anggota dan memasarkannya.

Boleh juga memproduksi produk turunan dari hasil usaha tani anggota. Sehingga masalah pemasaran produk anggota koperasi teratasi. Agaknya iko yang harus diprogramkan koperasi. ungkapnya dengan bahasa logat Jambi yang kental.***

Penulis : M Rasyid | Editor : MAS

0 Komentar

IKLAN

Type and hit Enter to search

Close